Popular Post

'Jaket Lusuh' Memeriahkan FKY 2015

By : Unknown

Film ‘Jaket Lusuh’ akan hadir meramaikan FKY 2015. Film karya Vidya T. Ariesta, Riza Pahlevi, Dhion Fanditya, serta Werdha Adhi mahasiswa program studi Manajemen Produksi Siaran dan Manajemen Teknik Studio Produksi jurusan Penyiaran Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta ini merupakan film pendek yang mengangkat salah satu pejuang kemerdekaan Republik Indonesia asal Yogyakarta. Sosok pejuang luar biasa yang dapat mengusir penjajah Jepang di Kotabaru dapat kamu kenal lewat film ini.


Riza Pahlevi merupakan Review Blogger yang terkenal akan review film Indonesianya yang tidak asal review. Riza menggunakan ilmu broadcasting yang didapatkannya di bangku kuliah dalam me-review setiap film Indonesia yang ditontonnya. Sedangkan Dhion Fanditya adalah seorang Sound Engineer di Heliawan Studio. Banyak sekali karya aransemen musiknya yang luar biasa bagusnya. Sebagai contoh lagu Perjalanan Cinta dari Syahdu Nasheed yang masuk urutan kedua Chart Nasheed Islamictunes pada Edisi Minggu ke-14 Senin, 24 Agustus 2015 merupakan salah satu aransemen musik karya Dhion. Maka tidak diragukan lagi bagaimana bagusnya cerita dan aransemen musik di film Jaket Lusuh ini.

Film yang diangkat dari salah satu cerita dari buku Catatan Indigo karya Nony Nurbasith dan diakumulasikan dari berbagai referensi mulai dari museum, komunitas sejarah, hingga cerita langsung dari keluarga pejuang kemerdekaan itu. Film dibawah naungan rumah produksi HRV Production ini sebelumnya telah diikutkan dalam lomba Indonesia Short Film Festival 2015. Sebelumnya Vidya, Riza, dan Dhion pernah mengikuti lomba proposal film dengan judul ‘Siluet’di Pitching Forum XXI Short Film Festival 2015 hingga lolos 10 besar.


Siapakah sosok pejuang kemerdekaan yang diangkat dalam film Jaket Lusuh ini? Temukan jawabannya di Bioskop FKY 2015 Minggu, 30 Agustus 2015 pukul 19.00-21.00 yang bertempat di Taman Kuliner Condong Catur Yogyakarta. Mari kita kenalkan sejarah Indonesia khususnya Yogyakarta dan dukung karya anak bangsa. #CintaProdukIndonesia

Kominfo Bersama Mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta Menanggulangi Konten Negatif di Media Sosial

By : Unknown

Degradasi moral menjadi salah satu permasalahan terbesar bangsa Indonesia. Banyaknya gambar-gambar porno hingga video porno yang ada di media sosial menandakan moral bangsa Indonesia sedang terjajah. Ironisnya masyarakat yang melihat dan menemukan hal tersebut hanya membiarkan saja bahkan malah menikmatinya. 

Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia yang diwakili oleh tim dari Direktorat E-Business bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) “MMTC” Yogyakarta menyelenggarakan Boot Camp di kampus STMM “MMTC” Yogyakarta. Acara ini betemakan “Peran Generasi Muda dalam Menanggulangi Konten Negatif di Media Sosial”.

Bahtiar Minarto Kepala Seksi Infrastuktur E-Business mengatakan bahwa dari 252,4 juta jumlah penduduk Indonesia, ada sekitar 88,1 juta pengguna internet dengan penetrasi sekitar 34,9% (sumber data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). Beliau menjelaskan bahwa kronologi pemblokiran yang dilakukan Kominfo pertama kali dilakukan tahun 2010 terhadap video porno artis Indonesia. Setelah itu Kominfo melakukan pemblokiran berdasarkan aduan masyarakat atau permintaan dari Kementerian atau Lembaga terkait konten bermuatan negatif sesuai dengan sektornya

Kominfo melakukan pemblokiran merupakan tindakan yang berdasarkan amanat UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi, UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU No. 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, UU No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, dan Peraturan Menteri No. 19 tahun 2014.

Boot Camp yang dikemas dengan konsep workshop ini diikuti oleh 45 mahasiswa STMM “MMTC” Yogyakarta yang terbagi menjadi 15 orang tiap harinya selama tiga hari berturut-turut mulai dari Rabu 19 Agustus 2015 hingga Jumat 21 Agustus 2015. Tidak hanya mendapatkan ilmu serta wawasan baru, para mahasiswa juga diajak untuk mepraktekkan cara melakukan pelaporan konten negatif di beberapa media sosial seperti Facebook, Twitter, dan You Tube. Diharapkan setelah mengikuti Boot Camp ini, peserta dapat melakukan Self Deminishing (pelaporan secara mandiri) terhadap konten negatif yang ada di media sosial.

Boot Camp ini menjadi awal bagi Kominfo dalam mengajak masyarakat Indonesia untuk memberantas konten negatif tidak hanya di media sosial bahkan hingga situs-situsnya. Mari bersama sukseskan internet positif di Indonesia.


REVIEW: A STYLE For You.

By : Unknown

     Fashion sudah menjadi kebutuhan primer untuk beberapa orang terutama kalangan artis dan selebriti. Orang biasa pun perlahan-lahan mulai memperhatikan pakaian yang dikenakannya. Tanpa disadari, pakaian yang dikenakan pun dapat menunjukkan pengetahuan orang orang tersebut mengenai fashion.

     Sudah banyak sekali acara-acara TV mengenai fashion yang ditayangkan oleh televisi yang ada di seluruh dunia. Tentu saja tidak semua orang menyaksikannya. Acara itu mempunyai target penonton tersendiri. Kebanyakan yang menayangkannya pun adalah stasiun televisi swasta. 

     A STYLE For You merupakan variety show yang bertemakan fashion pertama dari televisi pemerintah Korea Selatan, KBS World TV. Banyak sekali pemerhati fashion dari Korea Selatan yang sedikit kaget mengenai alasan KBS World TV membuat acara ini. Acara ini dibuat melihat Korean Wave yang sudah menyebar ke berbagai penjuru negeri. Salah satu agennya adalah para Idol dari bermacam-macam girlgroup atau boygroup. Mereka meyebarkan kebudayaan Korea Selatan yang salah satunya adalah fashion. Delapan dari sepuluh pembeli barang-barang fashion seperti komestik, pakaian, dsb dari luar negeri membeli berdasarkan apa yang dikenakan oleh para idol.

Ada 4 MC yang dipilih dari grup-grup idol terkenal Korea Selatan untuk memandu acara ini. Mereka adalah:


1. Kim Heechul atau biasa dipanggil Heechul merupakan salah satu member dari boygroup Super Junior. Dia terkenal dengan gaya berpakaiannya yang nyeleneh. 

Kelihatan kan selera fashionnya


Di pertemuan pertama MC pun Heechul memakai pakaian yang menggambarkan dirinya banget. 

Sesuai perkiraan, gayanya terlalu berlebihan.


2. Goo Hara member cantik dari girlgroup Kara ini terkenal dengan paras wajahnya yang mirip boneka cantik Barbie.

Dibalik parasnya yang cantik ternyata gaya berpakaian Hara masih jauh dari sempurna


Inilah gambaran gaya berpakaian Hara sehari-hari.

Simple dan cantik

3. Bora yang bernama asli Yoon Bora merupakan rapper dari girlgroup Sistar. Tubuhnya mempesona dan gayanya menarik.
Bora sangat menyukai pakaian berwarna hitam
Pakaian sehari-harinya pun cukup simpel

4. MC terakhir dan termuda atau maknae adalah Hani, member dari girlgroup EXID. Dia merupakan Lead Vocalist dari EXID dan pinter berbahasa inggis karena pernah menjadi siswa pertukaran pelajar.
Dibalik kecantikannya ternyata selera fashion Hani out of date
Hani tidak bisa ikut bertemu dengan MC yang lain di pertemuan perdana karena kesibukannya.
Strong Woman, konsep pakaian Hani saat bertemu dengan crew A STYLE For You

A STYLE For You perdana tayang di KBS World TV pada 20 April 2015. Setiap episodenya ada berbagai macam misi yang harus diselesaikan oleh keempat MC. Selain itu kamu juga bisa belajar banyak mengenai fashion yang ada di Korea Selatan maupun di dunia mulai dari makanan, pakaian, hingga make up.

Yuk langsung aja intip acaranya disini
Tag : , ,

Tujuh Minggu Pertemuan Berharga

By : Unknown


Pertemuan ke-1
Perjalan dimulai pada saat minggu pertama tepatnya tanggal 5 Maret 2015. Berawal dari pertemuan awal kami dengan Bu Ismawati Retno (Bu Isma). Beliau memberikan tugas untuk menulis di kelas dengan tema bebas. Setelah selesai menulis, kami diperintahkan untuk membuat blog. Blog ini menjadi sarana kami mempublikasikan tulisan. Tulisan pertama kami di pertemuan pertama ini akan menjadi artikel pertama kami di blog (untuk yang tidak mempunyai blog sebelumnya).

Pertemuan ke-2
Artikel pertama kami dikoreksi setelah Bu Isma telah membaca semuanya. Sebagian besar sudah cukup bagus dalam menulis. Walaupun ini baru pertamanya menulis, tulisan ini telah menjadi batu loncatan pertama kami yang baik. Namun, ada beberapa koreksi di luar masalah teknis seperti paragraf yang terlalu panjang dan judul yang kurang eye catching.
Oh iya, sebelum Bu Isma memulai mengoreksi tulisan kami, beliau menanyakan hal-hal apa yang membuat kami susah menulis. Banyak sekali yang diutarakan teman-teman satu kelas dimulai dari memulai tulisan dengan apa, cara mengembangkan kata-kata, penentuan tema, memilih judul, dsb.
Bu Isma pun menjawab segala problematika. Untuk memulai tulisan, Bu Isma memberi tips untuk menulis dahulu apa yang kami pikirkan. Apa saja bentuknya yang terpenting tulis dahulu. Setalah selesai menulis barulah kita baca kembali tulisan tersebut dan memperbaikinya.
Sedangkan mengenai permasalahan pemilihan judul, carilah kata-kata yang mewakili tulisan kita secara menyeluruh atau mengutip dari beberapa kata yang ada ditulisan kita. Pengambilan kata dari tulisan pun harus yang mewakili keseluruhan isi tulisan.
Tips untuk mengembangkan kata-kata dalam tulisan adalah dengan banyak membaca. Dengan banyak membaca dari berbagai referensi membuat wawasan kita semakin luas. Wawasan yang luas itulah menjadi bahan kita dalam mengembangkan tulisan.
Dalam menentukan tema, cobalah memilih tema-tema yang kita kuasai. Hal-hal yang kita kuasai membuat kita mudah dalam mendeskripsikan atau menjelasan tentang tulisan yang kita buat. Maka jangan heran apabila kita akan terus menulis tanpa berhenti. Itu disebatkan kita mempunyai banyak ide tentang apa saja yang ingin kita tulis.
Di pertemuan kedua ini, Bu Isma memberikan tugas kepada kami untuk menulis kembali dengan tema yang bebas. Sangat variatif sekali tema yang dipilih teman-teman. Ini mebuktikan bahwa teman-teman mempunyai banyak ide akan tetapi malas menuliskannya apabila tidak ada paksaan. Tulisan yang telah selesai dikumpulkan di meja Bu Isma dan beliau langsung membacanya di tempat. Setelah dibaca semua, tulisan kami itu disuruh untuk dipublikasikan melaui blog kami. 

Pertemuan ke-3
Kami bertemu Bu Isma kembali di hari Kamis, 19 Maret 2015. Bu Isma kembali membuka pertemuan dengan menanyakan permasalahan yang kami alami selama menulis. Permasalahan yang terjadi kurang lebih sama seperti di pertemuan sebelumnya. Bu Isma kembali memberikan solusi dari permasalahan kami tersebut dengan sabar dan terperinci sehingga semua merasa puas dengan penjelasan yang diberikan.
Di akhir pertemuan kami diberikan tugas yang berbeda. Kami disuruh menulis mengenai perigatan ulang tahun Provinsi Yogyakarta yang lebih dikenal sebagai “Hadeging Nagari Ngayogyakarto Hadiningrat”. Dalam pencarian bahan, kami dibebaskan ingin terjun langsung ke lapangan atau hanya mencari info dari sumber lain.

Pertemuan ke-4
Hari ini wajah Bu Isma terlihat berbeda dari biasanya. Kami tidak tahu apa yang terjadi. Saat pertemuan di mulai, Bu Isma sedikit kecewa ternyata banyak yang tidak disiplin dalam menulis. Beliau hanya melihat beberapa artikel yang diposting sampai Rabu malam sebelum kuliah dimulai keesokan harinya. Melihat fenomena tersebut, Bu Isma menetapkan deadline dari tulisan yang kita buat untuk di-upload ke blog yaitu setiap Minggu malam.
Tugas hari ini kami disuruh mewawancarai grassroot (akar rumput) yang ada di kampus. Grassroot adalah orang-orang terbawah dalam struktur formal kampus. Mereka terdiri dari Office Boy, tukang kebun, hingga satpam. Wawancara ini merupakan sarana dari kami mencari data untuk membuat sebuah tulisan. Banyak sekali grassroot yang menjadi narasumber dalam pencarian bahan. Tiap grassroot hanya boleh diwawancarai maksimal 4-5 orang.
Sehabis wawancara, kami kembali ke kelas dan mulai membuat tulisan menggunakan data yang telah dikumpulkan. Tiap orang dibebaskan memilih angle dalam tulisannya. Walaupun mewawancarai orang yang sama, tidak menutup kemungkinan tulisan yang dibuat akan berbeda.

Pertemuan ke-5
Jreng... jreng... jreng..
Hari ini akan diumumkan 6 tulisan yang akan mendapatkan buku dari Bu Isma. Tulisan yang terpilih dinilai cukup bagus dan kreatif dalam membuat tulisan. Walaupun hanya berbahankan wawancara dengan grassroot, kita bisa mengembangkan tulisan menjadi berbagai macam tulisan yang cukup menarik.
Semua tugas dikembalikan dengan catatan-catatan yang membangun. Dan seperti biasa, pertemuan diisi oleh evaluasi mengenai permasalahan yang kita hadapi dalam menulis. Saya sangat menyukai dengan sistem yang diterapkan oleh Bu Isma. Segala sesuatu yang kita lakukan tidak akan bernilai apabila hanya sekedar kita melakukannya tanpa ada evaluasi. Evaluasi dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu, baik itu tulisan maupun pekerjaan lain, agar menjadi lebih baik. Tidak ada yang instan. Semuanya itu butuh proses.
Dalam rangka melatih kepekaan kami sebagai mahasiswa STMM Yogyakarta, Bu Isma memberikan kami tugas untuk membuat tulisan mengenai kegiatan yang terjadi di kampus. Deadline yang diberikan hingga tanggal 5 April pukul 23:59.

Pertemuan ke-6
Banyak sekali variasi tema dari tulisan teman-teman. Mulai dari screening film Cak Munir, pameran bungan yang dikaitkan dengan kampus, PMB, hingga program radio. Tulisan yang dibuat makin berkembang seiring berjalannya waktu.
Bu Isma memberitahu bahwa di koran Tribun pagi ini ada salah satu mahasiswa STMM yang ditulisannya dipublikasikan. Nama mahasiswa tersebut adalah Gufron. Mas Gufron ini merupakan mahasiswa kedinasan. Tulisan beliau sudah sering dipublikasikan di koran.
Bu Isma memberi tantangan kepada kami apabila ada yang bisa menulis hingga dipublikasikan di koran Tribun maka akan mendapatkan nilai A tanpa harus UAS.
Cara agar bisa tembus ke media adalah menulis sesuai dengan gaya bahasa dari media tersebut. Tiap media mempunyai gaya bahasa yang berbeda-beda. Oleh karena itu, mengenali gaya bahasa dari media yang kita sasar untuk publikasi merupakan kunci utama. Selanjutnya, pilihlah judul yang menarik. Judul merupakan nyawa dari tulisan. Pembaca tertarik membaca suatu tulisan diawali dengan melihat judulnya. Judul yang menarik membuat pembaca ingin membacanya dan sebaliknya judul yang tidak menarik jangan harap ada yang membaca. Judul juga merupakan pertimbangan rektur untuk memilih tulisan yang ingin dipublikasika. Setiap harinya banyak sekali tulisan yang masuk ke media. Dengan melihat judul, redaktur akan mudah menseleksi tulisan. Dan tips yang terakhir adalah cari sudut pandang yang bagus. Pemilihan angle/sudut pandang dalam menulis merupakan awalan yang sangat penting. Sudut pandang yang bagus dapat mebuat hal-hal yang kecil menjadi sangat bermanfaat dan berguna.

Pertemuan ke-7
Bu Isma membawa Mas Gufron ke kelas. Beliau sharing mengenai pengalamannya mulai dari awal menulis hingga sekarang. Banyak sekali perjuangan. Mulai dari paksaan yang harus menulias tiga berita dalam satu hari. Hingga sekarang sudah terbiasa dan terlatih kepekaannya mengangkat hal-hal kecil menjadi sebuah berita yang berharga. Pesan dari Mas Gufron yang saya ingat adalah dalam proses belajar menulis, kita boleh mencari referensi tulisan. Setelah menemukan referensi yang pas, coba tiru tulisan tersebut dengan menggunakan kata-kata kita. Tidak apa-apa meniru asalakan tidak meng-copy paste tulisan orang lain.
Tag : ,

Workshop Penerjemahan Ide Anti Korupsi oleh KPK di STMM Yogyakarta

By : Unknown
Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Kementrian menjadi keuntungan tersendiri bagi Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta (STMM YK). Hal ini terjuwud dalam berbagai acara yang telah diadakan STMM YK. Salah satunya telah terselenggara hari ini, Selasa (26/05) yaitu Workshop Penerjemahan Ide Anti Korupsi ke dalam Produk Audio Visual. Acara ini merupakan bentuk kerjasama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan STMM YK dalam mensosialisasikan anti korupsi. STMM YK dan Universitas Brawijaya menjadi dua tempat yang dipilih Kanal KPK sebagai saraba penanaman anti korupsi melalui media.

“Korupsi telah “menggurita” di berbagai lini di Indonesia”, ujar Johan Budi Sapto Pribowo, Wakil Ketua KPK, yang menjadi Key Note Speaker dalam workshop ini. Cara mengatasi korupsi ada dua yaitu pencegahan dan penindakan. Pencegahan dilakukan sebelum terjadi korupsi. Sebaliknya, penindakan akan dilakukan apabila korupsi telah terjadi. Workshop ini menjadi salah satu sarana dalam upaya pencegahan terjadinya korupsi.

Kanal KPK menjadi sarana bagi KPK dalam mengkampanyekan anti korupsi ke masyarakat dalam bentuk TV dan Radio Streaming. Saat ini, Kanal KPK ingin bekerjasama dengan radio serta TV komunitas dalam menyebarkan semangat anti korupsi masyarakat secara luar. Sebelumnya, Kanal KPK telah bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) dan akan memperluas ke media TV yaitu TVRI dan Netmediatama.

Selain Johan Budi, hadir pula Nia Dinata, Sutradara film Arisan!, yang berbagi ilmu mengenai film-film dokumenter dan cara mencari ide kreatif untuk film dokumenter. Sesi penyampaian materi dari Nia Dinata diawali dengan pemutaran film ‘Tanah Mama” yang menceritakan perjuangan seorang ibu yang dituduh mencuri 4 ubi dan disusuh mengganti sebesar Rp. 1.000.000,-. Beliau memberikan pula kesempatan bagi mahasiswa yang ingin sharing ide mereka dan bertanya-tanya mengenai film dokumenter.

Mahasiswa STMM YK sangat antusias mengikuti acara workshop ini. Selain mendapatkan ilmu baru mengenai film dokumenter, mahasiswa STMM YK juga mendapatkan peluang bersaing mengumpulkan proposal ide film dokumenter ke Kanal KPK. Tiga proposal terbaik akan diproduksi menjadi sebuah film yang akan dibiayai pembuatannya oleh KPK.
Tag : ,

Pengabdian Masyarakat Melalui Pelatihan Citizen Journalism

By : Unknown

Jangan menjadi kacang yang lupa kulitnya

Kebebasan pers menjadi pelopor kebebasan berpendapat di media bagi seluruh manusia. Setiap orang dapat berpendapat dan menulis berbagai macam hal di media, baik itu berupa komentar mengenai politik yang sedikit ‘rusak’ hingga berita. Akan tetapi, kebebasan berpendapat tetap dibatasi oleh undang-undang dan etika jurnalistik.

Dewasa ini setiap orang dapat menjadi seorang jurnalis. Melalui sarana Citizen Journalism (CJ), kita dapat memberitakan suatu hal yang tanpa harus menghubungi jurnalis. CJ mempunyai sebutan lain yaitu Jurnalisme Warga yang dimana hal ini dilakukan oleh jurnalis non-professional.

Melihat peluang diatas, MMTC TV yang merupakan salah satu laboratorium mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta (STMM YK) mengadakan acara pelatihan CJ bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Yogyakarta. Acara yang berlangsung dari Sabtu (9/5) hingga Senin (11/5) ini berjudul “MMTC TV Goes To School”. Tidak hanya memperhatikan, peserta dapat mempraktekkan langsung materi yang disampaikan.

Acara yang berlangsung di Aula MAN 3 Jl. Magelang KM 4,5 Yogyakarta ini berlangsung selama tiga hari. Hari pertama dimulai dengan workshop mengenai citizen jurnalism. Dilanjutkan hari berikutnya produksi berita dan diakhiri dengan Awarding Night. Karya terbaik peserta akan diberi penghargaan pada acara puncak ini. Selain itu, ada penampilan karya mahasiswa STMM YK yang diharapkan dapat memotivasi siswa MAN 3 dalam berkarya dan ditutup oleh penampilan band lokal Escape dan karawitan siswa MAN 3 Yogyakarta.

Dosen-dosen terbaik STMM YK ikut andil dalam pelaksanaan pelathan ini. Tidak hanya medukung dari luar, akan tetapi terlibat langsung dalam penyampaian materi. Beliau adalah Yuni Wulandari, S.PT, M.Sn, Bagyo Kristanto, S.PT, M.Sn, dan Dra. Nunuk Parwati, M.M.

Pelatihan mengenai CJ ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antara STMM YK dengan MAN 3 Yogyakarta dan juga pengabdian masyarakat. Sudah sewajarnya bagi suatu institusi, terutama institusi pendidikan untuk menebar ilmu bagi masyarakat sekitarnya. Sangat diharapkan melalui acara ini, muncul benih-benih jurnalis yang akan memperjuangkan hak rakyat melalui tulisannya.

Tag : ,

Public Speaking

By : Unknown

Menurut bahasa, public speaking berarti berbicara di depan umum. Public Speaking merupakan salah satu cabang ilmu dari komunikasi. Kunci keberhasilan dari berkomunikasi adalah pesan dapat diterima dengan baik oleh komunikannya. Public Speaking menjadi sarana bagi seorang komunikator menyampaikan pesannya secara langsung, melalui media tatap muka, dan bersifat menyeluruh karena komunikannya biasanya banyak.

Untuk sukses public speaking, diperlukan berbagai macam hal. Dimulai dari persiapan yang matang hingga tips dan trik bagaimana bisa menarik perhatian audien. Seorang speaker yang tidak mempunyai persiapan yang matang maka ada kemungkinan public speaking yang dilakukannya akan mengalami kendala. Kendala dalam berkomunikasi menyebabkan terjadinya komunikasi yang tidak efektif. Komunikasi yang tidak efektif dapat menimbulkan berbagai kesalahpahaman.

Pesiapan Public Speaking

Melakukan persiapan sangat penting dalam berbagai macam hal termasuk public speaking. Mulai dari menyiapkan materi yang ingin disampaikan hingga menyiapkan mental berbicara di depan banyak orang. Berikut beberapa saran yang bisa diikuti untuk melakukan persiapan public speaking :

1.    Mempersiapkan dan Menguasai Materi

Materi merupakan topik pembicaraan yang ingin disampaikan. Pemilihan materi harus hati-hati tergantung dengan aundien yang kita sasar. Setelah memilih materi yang disampaikan, barulah kuasai materi tersebut sejak jauh hari. Pahami topik yang akan diberikan. Seorang speaker harus tahu bagaimana menyampaikan materinya serta apa yang ingin disampaikan. Jangan lupa untuk selalu membaca berulang-ulang materi yang disiapkan. Pengulangan dapat membuat memori otak kita mengingat yang diucapkan. Usahakan berlatih berbicara di depan cermin atau di depan teman-teman dan keluarga.

2.    Positive Thingking.

Bagaimana kalau nanti aku salah ngomong? Bagaimana kalau nati ngomongnya kecepetan? Bagaimana kalau tidak ada yang mendengarkan? Bagaimana? Bagaimana? Bagaimana?

Jangan menghakimi diri sendiri dengan berbagai macam pertanyaan yang belum pasti. Tumbuhkan rasa optimis dan percaya diri. Berpikirlah positif!. Bepikir akan gagal maka kegagalanlah yang kan datang, sebaliknya berpikir berhasil maka keberhasilan akan menghampiri.

3.    Cari Role Model

Semua orang tidak disamakan. Kita tidak bisa meniru seorang motivator profesional yang bisa menyampaikan materi dengan santai dan berwibawa. Akan tetapi dengan mengenali diri sendiri, kita dapat mencari contoh di berbagai macam video mengenai cara menyampaikan yang seperti apa yang cocok untuk diri kita. Jadikanlah orang tersebut sebagai role model kita dalam berlatih public speaking. Belajar dari role model bukan berarti harus menirunya. Role model hanya menjadi contoh melakukan public speaking yang baik. Tetaplah menjadi diri sendiri.

Tips dan Trik Public Speaking

Melakukan persiapan yang matang tidak akan berguna apabila tidak dipraktekkan secara nyata. Ada berbagai macam hal yang harus diperhatikan dalam melakukan public speaking. Inilah beberapa tips dan trik agar sukses dalam public speaking:

1.    Spontan

Jangan menghapal materi yang ingi sampaikan. Menghapal materi dapat membuat kita kaku dalam menyampaikannya nanti. Kekakuan dapat membuat diri kita panik dan nge-blank karena melupakan materi yang ingin disampaikan. Bangun komunikasi yang mengalir dan dapat menarik perhatian audien. Dengan begitu satu per satu ide yang ingin kita sampaikan akan spontan keluar dari dalam pikiran kita.

2.    Membuat Poin-Poin Pembicaraan

Rangkum materi yang ingin kamu sampaikan menjadi poin-poin penting yang tersusun sistematis. Kembangkan poin-poin tersebut menjadi topik pembicaraan yang luas tanpa dibatasi naskah atau materi yang kita persiapkan sebelumnya.

3.    Interaksi dan Kenali Audien

Tujuan dari berkomunikasi adalah mengharapkan adanya umpan balik. Umpan balik yang diinginkan dapat terwujud apabila melakukan interaksi dengan audien. Apabila audien aware dengan interaksi yang kita berikan maka itu menjadi kunci keberhasilan kita dalam public speaking. Hidupkan komunikasi dua arah agar aundien tidak bosan dengan materi yang kita berikan.

Ketahuilah seperti apa audien yang akan dihadapi. Mengetahui audien maka kita bisa menentukan komunikasi yang seperti apa yang bisa kita terapkan. Tentukan bahasa yang bisa dimengerti oleh audien.

4.    Sisipkan Humor

Anthony Robbins, salah satu motivator dunia, mengatakan bahwa humor adalah pelumas yang dapat membantu pencapaian informasi menjadi lebih lembut. Humor dapat mencairkan suasana menjadi lebih santai. Pilihlah humor-humor yang berkualitas yang tidak menggunakan hal-hal jorok menjadi bahannya dan dapat dimengerti oleh semua orang. Sesekali sampaikan humor apabila suasana mulai tidak kondusif.

5.    Kemampuan Story Telling

Kemampuan bercerita yang baik harus dimiliki seorang speaker. Bercerita mengenai pengalaman yang dimiliki dirasa lebih ampuh dan efektif dalam meyakinkan aundien. Berceritalah dengan menggunakan ekspresi serta gerak tubuh. Audien akan terhanyut dalam cerita yang diberikan.

6.    Time Management

Berbicara di depan publik akan diberikan batas waktu. Memanajemen waktu yang diberikan dengan baik sangat penting. Kita harus menyesuiakan bagaimana dengan waktu yang ada semua materi yang kita persiapkan dapat tersampaikan.

7.    Be Creative

Bungkuslah pembicaraan yang ingin kita sampaikan dengan kreatif. Campur dan bagi materi, cerita, dan humor menjadi satu kesatuan yang proporsional.

8.    Jelas dan Santai

Usahakan melakukan senam wajah sebelum berbicara di depan publik. Senam wajah dapat membuat otot muka kita lentur. Gunakan kelenturan tersebut untuk membuka mulut kita agar bisa berbicara dengan jelas. Berbicara yang jelas dapat menghindari kesalahucapan kita terhadap materi yang ingin diucapkan dan kesalahpahaman audien dari pesan yang disampaikan.

Sampaikan dengan nada yang santai dan tidak terburu-buru. Salah satu indikator gugup adalah bicara yang cepat. Bicara cepat dan terburu-buru dapat membuat kita salah mengucapkan kata yang ingin disampaikan.

9.    Menggunakan Intonasi yang Variatif

Public Speaking biasanya memiliki waktu yang relif lama untuk pembicara pemula. Selain dikemas dengan materi, cerita, dan humor agar public speaking lebih berwarna, seorang speaker juga harus menggunakan intonasi suara yang variatif. Intonasi ini akan berbeda tergantung situasi dan materi yang disampaikan. Saat menyampaikan hal-hal yang sedih, intonasi menjadi rendah dan sedikit sendu. Apabila materi dan cerita yang disampaikan bahagia, maka intonasinya tinggi dan nada suara gembira. Jangan hanya menggunakan satu intonasi karena materi yang disampaikan akan terkesan tidak menarik dan melelahkan.


10.    Kontak Mata dan Bahasa Tubuh

Kontak mata dengan audien sangat diperlukan untuk menumbuhkan kesan perhatian. Audien akan merasa spesial dan diperhatikan apabila kontak mata terjadi. Kontak mata juga dapat membuat pembicara mengetahui kondisi piskologis dari audiennya. Kontak mata yang dilakukan harus menyeluruh dan rata pada semua audien.

Body Language atau bahasa tubuh adalah senjata seorang speaker. Kebanyakan seorang pembicara pemula membiarkan tangannya tergantung. Usahakan gerakkan tangan untuk memproyeksikan atau mendukung dalam penjelasan. Selain tangan, bagian tubuh yang kurang dimaksimalkan adalah kaki. Sering kali pembicara hanya berdiri mematung di depan panggung karena gugup. Padahal tempat yang disiapkan sangat luas. Pembicara yang baik senantiasa mondar-mandir untuk menguasai panggung.

11.    Memberikan Jeda dan Hindari Junk Words

Jangan takut untuk memberikan jeda saat berbicara. Jeda sangat dibutuhkan untuk menenangkan diri dan momen pembicara untuk menarik nafas. Jeda juga merupakan tanda bahwa pembicaraan kita sudah berbeda bahasan.

Junk Words atau kata-kata sampah dalam public speaking biasanya berbentuh ehh... emm... dsb. Hindari kata-kata tersebut dapat menurunkan kredibilitas kita sebagai pembicara. Biasakan apabila memikirkan topik pembicaraan kita selanjutnya dengan berdiam sejenak dan melanjutkan lagi apabila telah menemukan ide.

12.    Percaya Diri dan Be Interesting

Kesan pertama menentukan segalanya. Tunjukkan diri dengan penuh percaya diri dengan memberikan senyuman saat menaiki panggung. Jangan minder karena berdiri sejajar dengan orang penting. Jadikan itu sebagai kebanggan bahwa nilai diri kita setara dengan mereka sehingga kepercayaan diri meningkat.

Berpenampilanlah yang menarik. Audien akan pertama kali melihat pembicara dari penampilannya. Dengan berpenampilan menarik maka akan meningkatkan kepercayaan diri kita dan kepercayaan audien bahwa kita adalah pembicara yang profesional.

13.    Survei Ruangan dan Cek Peralatan

Segala tips dan perencanaan yang kita siapkan akan menjadi tidak berguna apabila kita tidak mengenal tempat kita akan berbicara dan kesiapan peralatan penunjang. Sempatkan waktu untuk melihat tempat kita akan berbicara. Jangan lupa pula mengecek kesiapan peralatan pendukung kita.

Tag : ,

Generasi Muda Bersuara

By : Unknown

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta (STMM YK) periode 2014/2015 mengadakan acara Orasi Calon Ketua BEM pada Selasa (4/5). Acara ini dihadiri oleh Pembantu Ketua (Puket) I Rakhmawati, MM, Puket III Dra. Siti Asiatun, Kepala Seksi Evaluasi Sudarman, S.Sos, M.A, Ketua BEM Rofan Muflihuddin, dan Wakil Ketua BEM Mentari Yunianingrum.

Acara Orasi Calon Ketua BEM 2015/2016 dipimpin oleh Chichilia Risca Giawa selaku Master of Ceremony (MC). Ketiga Calon Ketua (Caket) BEM dipersilahkan menyampaikan visi dan misinya di awal acara orasi.
 
Diawali oleh Caket nomor urut 1, Hizkia Levino Panggabean, mempunyai visi yang memfokuskan kepada pengembangan sumber daya mahasiswa STMM YK. Caket nomor urut 2, Nadiyas Utami Pratiwi, menyampaikan visi dan misi yang intinya adalah mengenalkan STMM YK di Yogyakarta dan Indonesia. Sedangkan Caket nomor urut 3, Arif Wicaksana Wijanarko, mempunyai visi dan misi menjadikan STMM YK sebagai kampus yang berdaya saing global.
Acara berlanjut ke sesi tanya jawab antara Caket BEM dan pihak lembaga, BEM periode 2014/2015, dan Mahasiswa STM YK. Banyak sekali pertanyaan yang diajukan. Salah satunya pertanyaan dari Ganang Adrian, Mahasiswa Manaprodsi semester 6. Dia menanyakan kepada seluruh Caket apa prioritas dari para Caket apabila terpilih menjadi ketua BEM nantinya. Caket nomor urut 3 menjawab bahwa prioritas itu tergantung dengan waktunya. Apabila terpilih menjadi ketua BEM maka prioritas utama adalah mengurus BEM. Tetapi seiring berjalannya waktu maka prioritas akan berubah tergantung kepentingannya.

Orasi Calon Ketua BEM 2015/2016 berlangsung dari pukul 09.30-12.00. Waktu penyelenggaraan acara bertabrakan dengan waktu kuliah sehingga sedikit mahasiswa yang melihat dan berinteraksi dalam acara.
Tag : ,

Memorabilia - Kumpulan Puisi Kehidupan

By : Unknown


Jeda Siang kembali menghadirkan bintang tamu dari Indie Book Corner. Kali ini yang berkesempatan hadir adalah Kiki Ramadhani. Buku yang ditulis berjudul Memorabilia. Penyiar Vanny Kurnia Atmodjo menemani tiser dalam talkshow dari pukul 14.00-15.00 pada Rabu (29/04)

Memorabilia merupakan buku kumpulan puisi mengenai kenangan. Puisi-puisi tersebut menggambarkan kejadian sehari-hari mulai dari bangun pagi hingga malam. Mulai dari cinta, kerinduan,kehilangan, ketaktermiliki, dan rasa sakit semua bercampur menjadi satu dalam buku ini.

Kiki Ramadhani merupakan mahasiswa fresh graduate Universitas Islam Indonesia Jurusan Ekonomi. Selain menjadi penulis di Indie Book Corner, Kiki juga tergabung dalam Komunitas Puisi Indo Jogja. Puisi Indo Jogja mempunyai kegiatan pembacaan puisi di event-event, baik dari internal maupun dari eksternal.

Talkshow Jeda Siang ini merupakan bentuk kerjasama antara MMTC Radio dengan Indie Book Corner, penerbit buku indie Jogja. Kerjasama ini berlangsung hingga bulan Juni setiap dua minggu sekali pada hari Rabu.
Tag : ,

Karya Cinta Asli Anak Indonesia

By : Unknown



Karya Kita featuring Matemacinta, gebrakan baru dalam MMTC Radio. Dua program berkolaborasi menjadi satu dalam produksi on air. Band RHYME berkesempatan menjadi bintang tamu dalam produksi istimewa ini.

RHYME merupakan band beraliran pop alternatif di Jogja. Berdiri sejak 8 Maret 2012 hingga sekarang. Awal terbentuk RHYME dari sekedar jamming bareng hingga akhirnya bersatu untuk membentuk sebuah band. Band ini mempunyai anggota Agung Firmansyah di Vocal dan Gitar, Ahmad Hanif Affandi di Gitar, Wahyuri Pramudya di Bass, dan Rizki di Kajon.

Latar Belakang dipilih RHYME menjadi tamu di acara spesial ini karena memiliki kesamaan tema dari dua program yang digabungkan ini. Karya Kita memiliki tema band indie sedangkan Matemacinta yang merupakan segmen dari program Lampu Kota mempunyai tema cinta. Band RHYME adalah band akustik yang mempunyai beat lagu slow dan membawakan tema-tema percintaan disetiap lagunya.

Program spesial ini telah diproduksi on air pada Jumat (17/4) pukul 19.00-21.00 ditemani dua penyiar asoy MMTC Radio Edika Ipelona dan Jasmine Salwa. Bagi yang belum berkesempatan mendengarkan produksi on airnya dapat mendengarkan siaran ulangnya pada Kamis (7/5) pukul 17.00-19.00 di 107.7 FM MMTC Radio Jogja atau via streaming di www.radio.mmtc.ac.id.
Tag : ,

Biar Banyak Anak Muda Yang Mau Donor Darah

By : Unknown
Program Jeda Siang kembali menghadirkan bintang tamu Senin (13/4/2015). Kali ini segmen Intermezzo mendatangkan Duta Donor Darah DIY 2015 yang akan berbagi mengenai donor darah.
Intermezzo merupakan salah satu segmen Jeda Siang yang mempunyai jadwal siang pukul 12.00 – 13.00. Sesuai dengan taglinenya ‘Listen and Get The Tips’, Intermezzo memberikan tips-tips yang berbeda tiap harinya. Khusus di hari Senin, Inmezzo memberikan tips mengenai kesehatan.

Khansa Fairuz S. (@khnsak) atau biasa dipanggil Khansa, berbagi pengalamannya selama menjadi Duta Donor Darah. Khansa adalah siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Teladan Yogyakarta (SMA 1). Ayuk yuliana T. P. (@ayukyuliana) selaku penyiar mendampingi acara selama 1 jam.
Duta Donor Darah merupakan agen Palang Merah Indonesia (PMI). Duta Donor Darah memiliki tugas mengajak masyarakat, khususnya remaja, untuk mendonorkan darahnya. Khansa resmi menjadi Duta Donor Darah wilayah Kota Yogyakarta sejak Minggu (22/2/2015) setelah melewati tiga tahap seleksi. Tiga tahap tersebut ialah seleksi essay, seleksi presentasi-wawancara (sepuluh besar), dan tahap sosialisasi (lima finalis).
Khansa mengatakan bahwa minat masyarakat Jogja dalam mendonorkan darah cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan terkumpulnya 530 kantong darah saat PSW kemarin. Mayoritas yang mendonorkan darahnya adalah generasi tua yang sadar pentingnya mendonorkan darah. Sedangkan sangat disayangkan minat dari generasi muda sangat rendah. Untuk itu, PMI mengkampanyekan donor darah menggunakan artis. Hal ini diharapkan dapat menarik fans dari artis tersebut untuk mendonorkan darahnya.
Menurut testimoni dari masyarakat Jogja yang sering donor darah, donor darah mmbuat badan menjadi segar. Apabila lama tidak mendonorkan darah maka akan menjadi lemas.
Pemilihan Duta Donor Darah PMI DIY adalah salah satu dari rangkaian Padmanaba Social Week (PSW) 2015. Penerimaan naskah essay dimulai sejak 12 Januari 2015 – 19 Februari 2015. Pengumpulan naskah essay paling lambat tanggal 19 Februari 2015 pukul 15.00 WIB. Bagi peserta yang lolos ke sepuluh besar dari tahap I akan mengikuti tes tahap II berupa presentasi pada Jumat, 20 Februari 2015. Sedangkan bagi finalis akan bertanding dengan metode penyuluhan yang akan diadakan Minggu, 22 Februari 2015 dari pukul 08.30.
Tag : ,

- Copyright © Belajar Menulis - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -