Showing posts with label Tugas. Show all posts
My PR World
By : UnknownApa yang anda pikirkan apabila mendengar kata "humas" atau "public relations"? Seorang sales promotion? Customer Service? Pencari sponsor? Kurir surat? atau yang lainnya. Padahal fungsi dan tugas dari seorang public relations bukanlah seperti itu.
Menurut Cutlip dan Center dalam Effendy (2009:116), Public Relations (PR) adalah fungsi manajemen yang menilai sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk meraih pengertian dan dukungan publik.
Berdasarkan kata-kata Cutlip dan Center diatas, banyak sekali kontribusi yang dapat dilakukan oleh seorang PR. PR mengurusi manajerial dalam perusahaan. Menganalisis kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan apakah cocok dengan publiknya atau tidak. Merencanakan dan membuat suatu program, baik itu yang menghibur maupun program sosial, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap instasi tempat PR itu bekerja.
PR adalah muka dari suatu organisasi atau perusahaan. Apabila PR bersikap baik dan ramah maka masyarakat akan menilai perusahaan itu baik. Sebaliknya, PR yang cuek, acuh tak acuh, dan punya kesan sombong maka perusahaannya akan dicap begitu pula.
Sebagai mahasiswa banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka peningkatan kompetensi diri di dunia PR. Salah satunya adalah bergabung dengan organisasi PR sebagai contoh Perhumas Muda Yogyakarta (PMY). Perhumas Muda Yogyakarta merupakan organisasi profesi yang bergerak dalam dunia PR. Anda dapat belajar mulai dari dasar PR itu apa dan apa saja pekerjaan yang dilakukan PR. Selain itu, anda akan diajarkan bagaimana seorang PR membuat program-program untuk publiknya, baik publik internal maupun publik eksternal.
Sebagai salah satu anggota dalam PMY, saya merasa mendapatkan lebih banyak ilmu tentang PR disini dibandingkan dibangku perkuliahan. Tidak hanya teori yang kita pelajari tetapi langsung praktek di lapangan. Bagaimana mengkonsepkan sebuah ide untuk membuat acara tentang PR, bagaimana caranya mendapatkan pembicara yang handal dan professional tanpa harus membayar, membuat brief suatu program PR yang bertemakan hari nasional Indonesia atau membuat brief program Corporate Social Responsibility (CSR) tentang suatu perusahaan, dan sebagainya. Anda akan benar-benar mendapatkan gambaran dunia kerja seoran PR nantinya.
Apakah anda puas dengan mempelajari teori-teori tentang PR tanpa merasakan bagaimana prakteknya? Makanya ikutlah organisasi dan praktekkan ilmu-ilmu yang telah anda dapatkan di organisasi tersebut.
Nama: Arif Wicaksana Wijanarko
Panggilan: Arif
NIM: 01312146051
Sebagai salah satu anggota dalam PMY, saya merasa mendapatkan lebih banyak ilmu tentang PR disini dibandingkan dibangku perkuliahan. Tidak hanya teori yang kita pelajari tetapi langsung praktek di lapangan. Bagaimana mengkonsepkan sebuah ide untuk membuat acara tentang PR, bagaimana caranya mendapatkan pembicara yang handal dan professional tanpa harus membayar, membuat brief suatu program PR yang bertemakan hari nasional Indonesia atau membuat brief program Corporate Social Responsibility (CSR) tentang suatu perusahaan, dan sebagainya. Anda akan benar-benar mendapatkan gambaran dunia kerja seoran PR nantinya.
Apakah anda puas dengan mempelajari teori-teori tentang PR tanpa merasakan bagaimana prakteknya? Makanya ikutlah organisasi dan praktekkan ilmu-ilmu yang telah anda dapatkan di organisasi tersebut.
Nama: Arif Wicaksana Wijanarko
Panggilan: Arif
NIM: 01312146051
Workshop Penerjemahan Ide Anti Korupsi oleh KPK di STMM Yogyakarta
By : Unknown
Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Kementrian menjadi keuntungan tersendiri bagi Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta (STMM YK). Hal ini terjuwud dalam berbagai acara yang telah diadakan STMM YK. Salah satunya telah terselenggara hari ini, Selasa (26/05) yaitu Workshop Penerjemahan Ide Anti Korupsi ke dalam Produk Audio Visual. Acara ini merupakan bentuk kerjasama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan STMM YK dalam mensosialisasikan anti korupsi. STMM YK dan Universitas Brawijaya menjadi dua tempat yang dipilih Kanal KPK sebagai saraba penanaman anti korupsi melalui media.
“Korupsi telah “menggurita” di berbagai lini di Indonesia”, ujar Johan Budi Sapto Pribowo, Wakil Ketua KPK, yang menjadi Key Note Speaker dalam workshop ini. Cara mengatasi korupsi ada dua yaitu pencegahan dan penindakan. Pencegahan dilakukan sebelum terjadi korupsi. Sebaliknya, penindakan akan dilakukan apabila korupsi telah terjadi. Workshop ini menjadi salah satu sarana dalam upaya pencegahan terjadinya korupsi.
Kanal KPK menjadi sarana bagi KPK dalam mengkampanyekan anti korupsi ke masyarakat dalam bentuk TV dan Radio Streaming. Saat ini, Kanal KPK ingin bekerjasama dengan radio serta TV komunitas dalam menyebarkan semangat anti korupsi masyarakat secara luar. Sebelumnya, Kanal KPK telah bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) dan akan memperluas ke media TV yaitu TVRI dan Netmediatama.
Selain Johan Budi, hadir pula Nia Dinata, Sutradara film Arisan!, yang berbagi ilmu mengenai film-film dokumenter dan cara mencari ide kreatif untuk film dokumenter. Sesi penyampaian materi dari Nia Dinata diawali dengan pemutaran film ‘Tanah Mama” yang menceritakan perjuangan seorang ibu yang dituduh mencuri 4 ubi dan disusuh mengganti sebesar Rp. 1.000.000,-. Beliau memberikan pula kesempatan bagi mahasiswa yang ingin sharing ide mereka dan bertanya-tanya mengenai film dokumenter.
Mahasiswa STMM YK sangat antusias mengikuti acara workshop ini. Selain mendapatkan ilmu baru mengenai film dokumenter, mahasiswa STMM YK juga mendapatkan peluang bersaing mengumpulkan proposal ide film dokumenter ke Kanal KPK. Tiga proposal terbaik akan diproduksi menjadi sebuah film yang akan dibiayai pembuatannya oleh KPK.
Tag :
Tugas,
Pengabdian Masyarakat Melalui Pelatihan Citizen Journalism
By : Unknown
“ Jangan menjadi kacang yang lupa kulitnya ”
Kebebasan pers menjadi pelopor kebebasan berpendapat di media bagi seluruh manusia. Setiap orang dapat berpendapat dan menulis berbagai macam hal di media, baik itu berupa komentar mengenai politik yang sedikit ‘rusak’ hingga berita. Akan tetapi, kebebasan berpendapat tetap dibatasi oleh undang-undang dan etika jurnalistik.
Dewasa ini setiap orang dapat menjadi seorang jurnalis. Melalui sarana Citizen Journalism (CJ), kita dapat memberitakan suatu hal yang tanpa harus menghubungi jurnalis. CJ mempunyai sebutan lain yaitu Jurnalisme Warga yang dimana hal ini dilakukan oleh jurnalis non-professional.
Melihat peluang diatas, MMTC TV yang merupakan salah satu laboratorium mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta (STMM YK) mengadakan acara pelatihan CJ bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Yogyakarta. Acara yang berlangsung dari Sabtu (9/5) hingga Senin (11/5) ini berjudul “MMTC TV Goes To School”. Tidak hanya memperhatikan, peserta dapat mempraktekkan langsung materi yang disampaikan.
Acara yang berlangsung di Aula MAN 3 Jl. Magelang KM 4,5 Yogyakarta ini berlangsung selama tiga hari. Hari pertama dimulai dengan workshop mengenai citizen jurnalism. Dilanjutkan hari berikutnya produksi berita dan diakhiri dengan Awarding Night. Karya terbaik peserta akan diberi penghargaan pada acara puncak ini. Selain itu, ada penampilan karya mahasiswa STMM YK yang diharapkan dapat memotivasi siswa MAN 3 dalam berkarya dan ditutup oleh penampilan band lokal Escape dan karawitan siswa MAN 3 Yogyakarta.
Dosen-dosen terbaik STMM YK ikut andil dalam pelaksanaan pelathan ini. Tidak hanya medukung dari luar, akan tetapi terlibat langsung dalam penyampaian materi. Beliau adalah Yuni Wulandari, S.PT, M.Sn, Bagyo Kristanto, S.PT, M.Sn, dan Dra. Nunuk Parwati, M.M.
Pelatihan mengenai CJ ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antara STMM YK dengan MAN 3 Yogyakarta dan juga pengabdian masyarakat. Sudah sewajarnya bagi suatu institusi, terutama institusi pendidikan untuk menebar ilmu bagi masyarakat sekitarnya. Sangat diharapkan melalui acara ini, muncul benih-benih jurnalis yang akan memperjuangkan hak rakyat melalui tulisannya.
Tag :
Tugas,
Generasi Muda Bersuara
By : Unknown
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta (STMM YK) periode 2014/2015 mengadakan acara Orasi Calon Ketua BEM pada Selasa (4/5). Acara ini dihadiri oleh Pembantu Ketua (Puket) I Rakhmawati, MM, Puket III Dra. Siti Asiatun, Kepala Seksi Evaluasi Sudarman, S.Sos, M.A, Ketua BEM Rofan Muflihuddin, dan Wakil Ketua BEM Mentari Yunianingrum.
Acara Orasi Calon Ketua BEM 2015/2016 dipimpin oleh Chichilia Risca Giawa selaku Master of Ceremony (MC). Ketiga Calon Ketua (Caket) BEM dipersilahkan menyampaikan visi dan misinya di awal acara orasi.
Acara Orasi Calon Ketua BEM 2015/2016 dipimpin oleh Chichilia Risca Giawa selaku Master of Ceremony (MC). Ketiga Calon Ketua (Caket) BEM dipersilahkan menyampaikan visi dan misinya di awal acara orasi.
Diawali oleh Caket nomor urut 1, Hizkia Levino Panggabean, mempunyai visi yang memfokuskan kepada pengembangan sumber daya mahasiswa STMM YK. Caket nomor urut 2, Nadiyas Utami Pratiwi, menyampaikan visi dan misi yang intinya adalah mengenalkan STMM YK di Yogyakarta dan Indonesia. Sedangkan Caket nomor urut 3, Arif Wicaksana Wijanarko, mempunyai visi dan misi menjadikan STMM YK sebagai kampus yang berdaya saing global.
Acara berlanjut ke sesi tanya jawab antara Caket BEM dan pihak lembaga, BEM periode 2014/2015, dan Mahasiswa STM YK. Banyak sekali pertanyaan yang diajukan. Salah satunya pertanyaan dari Ganang Adrian, Mahasiswa Manaprodsi semester 6. Dia menanyakan kepada seluruh Caket apa prioritas dari para Caket apabila terpilih menjadi ketua BEM nantinya. Caket nomor urut 3 menjawab bahwa prioritas itu tergantung dengan waktunya. Apabila terpilih menjadi ketua BEM maka prioritas utama adalah mengurus BEM. Tetapi seiring berjalannya waktu maka prioritas akan berubah tergantung kepentingannya.
Orasi Calon Ketua BEM 2015/2016 berlangsung dari pukul 09.30-12.00. Waktu penyelenggaraan acara bertabrakan dengan waktu kuliah sehingga sedikit mahasiswa yang melihat dan berinteraksi dalam acara.
Acara berlanjut ke sesi tanya jawab antara Caket BEM dan pihak lembaga, BEM periode 2014/2015, dan Mahasiswa STM YK. Banyak sekali pertanyaan yang diajukan. Salah satunya pertanyaan dari Ganang Adrian, Mahasiswa Manaprodsi semester 6. Dia menanyakan kepada seluruh Caket apa prioritas dari para Caket apabila terpilih menjadi ketua BEM nantinya. Caket nomor urut 3 menjawab bahwa prioritas itu tergantung dengan waktunya. Apabila terpilih menjadi ketua BEM maka prioritas utama adalah mengurus BEM. Tetapi seiring berjalannya waktu maka prioritas akan berubah tergantung kepentingannya.
Orasi Calon Ketua BEM 2015/2016 berlangsung dari pukul 09.30-12.00. Waktu penyelenggaraan acara bertabrakan dengan waktu kuliah sehingga sedikit mahasiswa yang melihat dan berinteraksi dalam acara.
Tag :
Tugas,
Memorabilia - Kumpulan Puisi Kehidupan
By : UnknownJeda Siang kembali menghadirkan bintang tamu dari Indie Book Corner. Kali ini yang berkesempatan hadir adalah Kiki Ramadhani. Buku yang ditulis berjudul Memorabilia. Penyiar Vanny Kurnia Atmodjo menemani tiser dalam talkshow dari pukul 14.00-15.00 pada Rabu (29/04)
Memorabilia merupakan buku kumpulan puisi mengenai kenangan. Puisi-puisi tersebut menggambarkan kejadian sehari-hari mulai dari bangun pagi hingga malam. Mulai dari cinta, kerinduan,kehilangan, ketaktermiliki, dan rasa sakit semua bercampur menjadi satu dalam buku ini.
Kiki Ramadhani merupakan mahasiswa fresh graduate Universitas Islam Indonesia Jurusan Ekonomi. Selain menjadi penulis di Indie Book Corner, Kiki juga tergabung dalam Komunitas Puisi Indo Jogja. Puisi Indo Jogja mempunyai kegiatan pembacaan puisi di event-event, baik dari internal maupun dari eksternal.
Talkshow Jeda Siang ini merupakan bentuk kerjasama antara MMTC Radio dengan Indie Book Corner, penerbit buku indie Jogja. Kerjasama ini berlangsung hingga bulan Juni setiap dua minggu sekali pada hari Rabu.
Tag :
Tugas,
Karya Cinta Asli Anak Indonesia
By : UnknownKarya Kita featuring Matemacinta, gebrakan baru dalam MMTC Radio. Dua program berkolaborasi menjadi satu dalam produksi on air. Band RHYME berkesempatan menjadi bintang tamu dalam produksi istimewa ini.
RHYME merupakan band beraliran pop alternatif di Jogja. Berdiri sejak 8 Maret 2012 hingga sekarang. Awal terbentuk RHYME dari sekedar jamming bareng hingga akhirnya bersatu untuk membentuk sebuah band. Band ini mempunyai anggota Agung Firmansyah di Vocal dan Gitar, Ahmad Hanif Affandi di Gitar, Wahyuri Pramudya di Bass, dan Rizki di Kajon.
Latar Belakang dipilih RHYME menjadi tamu di acara spesial ini karena memiliki kesamaan tema dari dua program yang digabungkan ini. Karya Kita memiliki tema band indie sedangkan Matemacinta yang merupakan segmen dari program Lampu Kota mempunyai tema cinta. Band RHYME adalah band akustik yang mempunyai beat lagu slow dan membawakan tema-tema percintaan disetiap lagunya.
Program spesial ini telah diproduksi on air pada Jumat (17/4) pukul 19.00-21.00 ditemani dua penyiar asoy MMTC Radio Edika Ipelona dan Jasmine Salwa. Bagi yang belum berkesempatan mendengarkan produksi on airnya dapat mendengarkan siaran ulangnya pada Kamis (7/5) pukul 17.00-19.00 di 107.7 FM MMTC Radio Jogja atau via streaming di www.radio.mmtc.ac.id.
Tag :
Tugas,
Biar Banyak Anak Muda Yang Mau Donor Darah
By : Unknown
Program Jeda Siang kembali menghadirkan bintang tamu Senin (13/4/2015). Kali ini segmen Intermezzo mendatangkan Duta Donor Darah DIY 2015 yang akan berbagi mengenai donor darah.
Intermezzo merupakan salah satu segmen Jeda Siang yang mempunyai jadwal siang pukul 12.00 – 13.00. Sesuai dengan taglinenya ‘Listen and Get The Tips’, Intermezzo memberikan tips-tips yang berbeda tiap harinya. Khusus di hari Senin, Inmezzo memberikan tips mengenai kesehatan.
Khansa Fairuz S. (@khnsak) atau biasa dipanggil Khansa, berbagi pengalamannya selama menjadi Duta Donor Darah. Khansa adalah siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Teladan Yogyakarta (SMA 1). Ayuk yuliana T. P. (@ayukyuliana) selaku penyiar mendampingi acara selama 1 jam.
Khansa Fairuz S. (@khnsak) atau biasa dipanggil Khansa, berbagi pengalamannya selama menjadi Duta Donor Darah. Khansa adalah siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Teladan Yogyakarta (SMA 1). Ayuk yuliana T. P. (@ayukyuliana) selaku penyiar mendampingi acara selama 1 jam.
Duta Donor Darah merupakan agen Palang Merah Indonesia (PMI). Duta Donor Darah memiliki tugas mengajak masyarakat, khususnya remaja, untuk mendonorkan darahnya. Khansa resmi menjadi Duta Donor Darah wilayah Kota Yogyakarta sejak Minggu (22/2/2015) setelah melewati tiga tahap seleksi. Tiga tahap tersebut ialah seleksi essay, seleksi presentasi-wawancara (sepuluh besar), dan tahap sosialisasi (lima finalis).
Khansa mengatakan bahwa minat masyarakat Jogja dalam mendonorkan darah cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan terkumpulnya 530 kantong darah saat PSW kemarin. Mayoritas yang mendonorkan darahnya adalah generasi tua yang sadar pentingnya mendonorkan darah. Sedangkan sangat disayangkan minat dari generasi muda sangat rendah. Untuk itu, PMI mengkampanyekan donor darah menggunakan artis. Hal ini diharapkan dapat menarik fans dari artis tersebut untuk mendonorkan darahnya.
Menurut testimoni dari masyarakat Jogja yang sering donor darah, donor darah mmbuat badan menjadi segar. Apabila lama tidak mendonorkan darah maka akan menjadi lemas.
Pemilihan Duta Donor Darah PMI DIY adalah salah satu dari rangkaian Padmanaba Social Week (PSW) 2015. Penerimaan naskah essay dimulai sejak 12 Januari 2015 – 19 Februari 2015. Pengumpulan naskah essay paling lambat tanggal 19 Februari 2015 pukul 15.00 WIB. Bagi peserta yang lolos ke sepuluh besar dari tahap I akan mengikuti tes tahap II berupa presentasi pada Jumat, 20 Februari 2015. Sedangkan bagi finalis akan bertanding dengan metode penyuluhan yang akan diadakan Minggu, 22 Februari 2015 dari pukul 08.30.
Tag :
Tugas,
Super C
By : UnknownTahukah kamu apa itu Gedung C? Dimana Letak gedung itu? Apa saja keistimewaannya? Kalo kamu mengaku mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta sejati pasti tahu. Gedung C adalah salah satu gedung yang ada di kampus STMM Yogyakarta. Katanya gedung ini gedung yang paling baru di bangun dari gedung lain yang ada di kampus (walaupun ada gedung yang lebih baru sih). Secara gitu, gedung di STMM kan dibangun sama Jepang jadi wajar aja kalo agak unik bentuknya hehe.. (intermezzo dikit). Lanjut aja bahas gedung C lagi ya. Jadi, gedung C itu gedung yang terletak paling utara dari kampus STMM. Kalo gak tau arah utara buat aja ring road jadi patokannya ya . Kenapa sih aku repot-repot nyeritain gedung C? Soalnya gedung C itu punya keistimewaan loh di kampus STMM. Gedung ini adalah tempat berkumpulnya mahasiswa STMM dari seluruh penjuru dunia (lebay dikitlah) untuk menikmati layanan wifi yang gratis.. tis.. tis.. (ya walaupun terkadang gak cepet-cepet amet sih.. hehe..). Oke, mungkin itu sedikit pemanasannya (sabar ya bacanya ).
Oke.. Sekarang aku akan masuk ke inti dari tulisan ini. Aku akan ngasih tau kamu tentang sesosok pahlawan super di STMM Yogyakarta yang jarang diperhatikan (Emang ada ya?) Ada dong. Pahlawan itu bernama Super C (plok.. plok.. plok..) Siapa sih Super C? Super C adalah sosok pahlawan yang lebih terkenal oleh mahasiswa dengan panggilan Pak Sehat. Keren kan. Namanya aja udah sehat gimana lagi orangnya. Udah pasti sehat banget dong. Pak Sehat mempunyai nama lengkap Sehat Edi Munandar. Beliau asli orang Sleman loh dan rumahnya udah pasti dong di Sleman juga. Yaa.. gak jauhlah dari STMM. Kata beliau sih sekitar 10 menit kalo naik motor. Pak Sehat tuh wajahnya masih terlihat muda loh. Aku yakin kalo kalian langsung lihat orangnya gak nyangka kalo umur beliau udah 42 tahun dan anaknya udah SMK (kalo gak percaya cari sendiri orangnya deh di gedung C). Beliau bekerja di STMM udah cukup lama. Mulai dari tahun 2011 sampe sekarang. Selama hampir 4 tahun ini pun beliau telah berpindah-pindah lokasi bekerja loh. Dimulai dari Gedung Asrama Blok 1, Blok 2, Taman Belakang STMM, sampe ke Gedung C.
Mungkin kalian berpikir apa sih yang membedakan beliau dari petugas kebersihan lainnya? Toh sama aja Cuma nyapu, ngepel, trus bersih-bersih sawang (sarang laba-laba). Eittsss..... Jangan salah. Ada satu hal yang membedakan Pak Sehat dengan petugas kebersihan yang lain yaitu “Bersihin Gedung C Sendirian”. Gimana? Udah kaget? atau terkesan? Bahkan kasihan? Kalo aku sih lebih merasa kasihan. Bayangkan gedung C itu adalah gedung berlantai 3 yang mempunyai banyak ruangan, banyak kamar mandi (sekitar 4 kamar madi sih yang aku tahu), dan banyak kaca pastinya. Semua itu dibersihkan oleh satu orang. Kurang kasihan apalagi coba? Gak hanya nyapu, ngepel, dan bersihin sawang loh. Beliau juga membersihkan seluruh kaca yang ada di gedung C, membersihkan toilet, membuang sampah dari tempat sampah yang terletak paling utara hingga pembuangan akhir sampah yang terletak paling barat dari kampus STMM (Di belakang Gedung Asrama Blok 3), dan masih banyak lagi. Piye perasaanmu? Semua pekerjaan itu dilakukan oleh Pak Sehat seorang dari jam 6 pagi hingga jam 3 sore. Luar biasa kan? Makanya aku memberi gelar beliau Super C – Pahlawan yang terlupakan pengurus gedung C. Oh iya untuk menutup tulisanku ini aku mau menyampaikan pesan dari Pak Sehat untuk mahasiswa STMM khususnya yang sering menghuni gedung C.
“Buanglah Sampah pada tempatnya terutama puntung rokok”
~ Terima Kasih ~
Tag :
Tugas,
Jeda Siang: Special Edition
By : Unknown
Ahmad Mufid (Penulis Buku) hadir di MMTC Radio. Beliau berbagi cerita tentang bukunya PHARMACOPHOBIA di program Jeda Siang 'Varian Informasi Terbaru' bersama penyiar Riza Pahlevi, Rabu (1/4/2015). Jeda Siang Edisi Spesial ini hadir pukul 14.00 - 15.00 dan dikemas dalam bentuk talkshow dimana penyiar akan bertanya kepada penulis seputar bukunya. Bagi tiser (pendengar MMTC Radio) yang ingin bertanya dapat melalui akun twitter, fan page, serta live chat langsung melalui website MMTC Radio.
Acara ini merupakan bentuk kerjasama antara MMTC Radio dengan Indie Book Corner. Setiap dua minggu sekali akan ada penulis buku indie yang berbagi mengenai buku mereka di program Jeda Siang MMTC Radio.
PHARMACOPHOBIA adalah buku humor yang ditulis Ahmad Mufid dan diterbitkan oleh Indie Book Corner pada tahun 2015. Buku ini bercerita tentang tiga orang sahabat Mufid, Joni,dan Herman yang berencana kemah di Gunung Candi Gedong Songo. Namun, baru satu malam, Mufid dan Joni sudah kelimpungan sakit gigi lantaran tak kuat menahan dinginnya suhu 21 C. Buku ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai novel humor dan pecinta produk indie. Harganya cukup terjangkau hanya Rp. 62.000,- dan bisa kamu dapatkan di toko buku kesayangan kamu.
Jeda Siang ialah salah satu program harian MMTC Radio. Program ini hadir setiap hari Senin-Jumat pukul 12.00 – 15.00. Jeda Siang terbagi menjadi tiga segmen yaitu Intermezzo, Jeda Iptek,dan Jeda Buku. Intermezzo berisi tips-tips yang variatif sesuai dengan harinya. Jeda Iptek menyampaikan dua informasi teknologi terkini. Sedangkan Jeda Buku menginformasikan dua buku terbaru. Jeda Siang hadir dengan dua orang penyiar. Satu penyiar di segmen Intermezzo dan satu penyiar untuk segmen Jeda Iptek dan Jeda Buku. Lagu-lagu yang diputarkan hanya khusu lagu Indonesia yang mempunyai tempo slow dan middle.
Tag :
Tugas,
Riset: Dasar Tindakan Seorang Public Relations dalam Melakukan Kegiatan
By : UnknownPublic Relations (PR) merupakan profesi strategis bagi suatu organisasi. Seorang PR mempunyai posisi sebagai otak dari segala aktivitas yang terjadi pada suatu organisasi/instansi. Oleh karena itu, tidak heran banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh seorang PR baik itu melakukan berbagai macam perencanaan dimulai dari jangka pendek hingga jangka panjang hingga merealisasikan perencanaan yang telah dibuat.
Salah satu kompetensi PR dalam melakukan perencanaan adalah menguasai teknik-teknik melakukan riset. Riset atau penelitian sendiri sering diartikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta (http://id.wikipedia.org/wiki/Riset). Riset sendiri dibedakan menjadi Riset Kuantitatif dan Riset Kualitatif.
Cutlip dan Center dalam bukunya menyatakan bahwa ada empat upaya dalam pemecahan persoalan program kerja dan penelitian PR yaitu ;
1. Defining Problem
Langkah pertama meliputi memperhatikan dan mengawasi pengetahuan, opini, dan perilaku pihak-pihak yang berhubungan dan terpengaruh oleh sikap dan kebijakan sebuah organisasi dalam upaya mendefinisikan masalah PR. Penelitian menjadi hal krusial karena mampu memberikan informasi awal yang dibutuhkan untuk merencanakan aksi PR dan memainkan peran penting dalam mengevaluasi efektifitas sebuah program.
2. Planning and Programming
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan yaitu merencanakan strategi dan program dengan tujuan menyelesaikan masalah. Seorang PR mengembangkan perencanaan program strategis bekerja sama dengan manajer lain karena program PR yang telah disusun tidak akan berhasil tanpa bantuan dan dukungan dari pihak lain dalam organisasi/instansi. Perencanaan strategis meliputi membuat keputusan mengenai sasaran dan tujuan program, mengindentifikasi publik yang berkepentingan, menentukan kebijakan atau aturan untuk memandu pemilihan dan penentuan strategi, serta aksi dan komunikasi.
3. Taking Action and Communicating
Setelah perencanaan selesai dibuat, implementasi program aksi dan komunikasi dilakukan untuk mencapai tujuan program. Implementasi program memerlukan keahlian berkomunikasi yang terencana.
4. Evaluating the program
Langkah terakhir yaitu evaluasi yang meliputi menilai persiapan, implementasi, dan hasil pelaksanaan program. Evaluasi dilakukan agar dapat memberikan kesimpulan mengenai keberhasilan program PR yang dijalankan serta faktor-faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya suatu program.
Mengutip dari: http://hajjahsupingi.blogspot.com/2012/05/riset-pr.html
Tag :
Tugas,









